Senin, 20 April 2020

Zaman Perunggu di Indonesia



Pembagian Zaman Logam

Zaman logam terdiri atas tiga zaman yaitu zaman tembaga, perunggu, dan besi. Pada pembahasan kali ini, kita hanya membahas tentang zaman logam di Indonesia, tetapi berdasarkan teori para ahli, zaman tembaga tidak terjadi di Indonesia.

Zaman Perunggu
Zaman perunggu merupakan zaman dimana manusia membuat peralatan dari perunggu. Di Indonesia sendiri, ditemukan peninggalan – peninggalan sejarah dari zaman perunggu yaitu :

§  Candrasa

Candrasa merupakan sejenis kapak yang menyerupai senjata tapi tidak cocok sebagai peralatan perang / pertanian karena tidak kuat dan kokoh. Candrasa ditemukan di Bandung dan diperkirakan digunakan untuk keperluan upacara.

§  Kapak Corong

Kapak Corong atau Kapak Sepatu merupakan alat kebesaran dan upacara adat yang berbentuk seperti corong. Kapak Corong ditemukan di Bali, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

§  Nekara

Nekara adalah genderang besar untuk upacara ritual, khususnya sebagai pengiring upacara kematian, upacara memanggil hujan, dan sebagai genderang perang dengan penyempitan dibagian pinggangnya. Nekara “The Moon of Pejeng” yang merupakan nekara terbesar di Indonesia terdapat di Bali.

§  Moko


Moko merupakan sejenis nekara yang ukurannya lebih kecil yang berfungsi sebagai benda pusaka seorang kepala suku, benda yang diwariskan kepada anak laki-laki kepala suku dan juga mas kawin. Moko lebih banyak ditemukan di Pulau Alor dan Manggarai ( Pulau Flores ).

§  Bejana Perunggu

Bejana Perunggu memiliki bentuk seperti periuk tetapi langsing dan gepeng. Di Indonesia, bejana perunggu ditemukan di tepi Danau Kerinci (Sumatera) dan Madura. Kedua bejana yang sudah ditemukan memiliki hiasan yang serupa dan sangat indah berupa gambar – gambar geometri dan pilin – pilin yang mirip huruf J.

§  Arca Perunggu
Arca perunggu ada yang berbentuk manusia, adapula yang berbentuk binatang. Arca perunggu, umumnya, berbentuk kecil dan terdapat cincin pada bagian atasnya.
Dimana cincin tersebut digunakan sebagai alat untuk menggantungkan arca itu karena itulah arca juga digunakan sebagai liontin. Di Indonesia, arca perunggu ditemukan di  Bangkinang (Riau), Palembang (Sumsel) dan Limbangan (Bogor).

Dari semua peninggalan pada zaman perunggu, kapak coronglah yang paling terkenal. Terdapat dua teknik pembuatan kapak corong yakni :
§  Teknik Bivalve
Teknik bivalve disebut sebagai teknik setangkup dimana untuk membuat perunggu dilakukan dengan cara menangkupkan dua bagian batu kemudian diisi cairan logam. Berikut langkah – langkahnya :
1.      Cetakan terdiri dari dua bagian dan umumnya terbuat dari batu.
2.      Cetakan diikat dan perunggu cair dituangkan ke dalam rongga cetakan.
3.      Tunggu hingga cetakan dingin dan membeku.
4.      Kemudian, cetakan dilepas dan terbentuklah hasil cetakannya.
§  Teknik A Cire Perdue
Teknik A Cire Perdue disebut juga sebagai teknik cetak lilin dimana bahan dasarnya berupa tanah liat dan lilin sebagai bahannya. Berikut langkah – langkahnya :
§  Buatlah model benda yang diinginkan dari lilin atau sejenisnya.
§  Benda yang dicetak tersebut kemudian dibungkus dengan tanah liat yang diberi lubang.
§  Lalu, dibakar maka lilin pun meleleh.
§  Selanjutnya, rongga bekas lilin tersebut, diisi dengan cairan perunggu.
§  Setelah perunggu menjadi dingin dan membeku maka tanah liatnya dibuang sehingga menghasilkan barang yang dicetak.

simak video berikut ini!!


 Sumber : 


0 comments:

Posting Komentar